SYAFA'AT
Syafaat adalah meminta kebaikan bagi orang lain di bumi maupun di akhirat.
Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Al-Qur'an telah mengabarkan kepada kita tentang adanya syafaat pada hari kiamat. Diantara bentuknya adalah bahwasannya Allah Subhanahu wa ta'ala mengampuni dosa seorang muslim dengan perantara do'a orang yang telah Allah Subhanahu wa ta'ala izinkan untuk memberikan syafa'at.
Syafa'at akhirat harus kita imani dan kita harus berusha untuk meraihnya. Adapun modal utama untuk meraihnya adalah bertauhid dan bersihnya seseorang dari kesyirikan.
Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda ketika beliau mengabarkan tentang bahwasannya beliau memiliki syafa'at pada hari kiamat;
فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا
"Syafaat itu akan didapatkan insya'Allah oleh setiap orang yang mati dari umatku yang tidak menyekutukan Allah Subhanahu wa ta'ala sedikitpun."(HR. Muslim).
Merekalah orang-orang yang Allah Subhanahu wa ta'ala redho kerena ketauhidan yang mereka miliki. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ
"dan mereka yaitu para nabi dan para malaikat tidak memberikan syafa'at kecuali orang-orang yang Allah ridhoi."(21. Al-Anbiya : 28).
Syafaat di akhirat ini berbeda dengan syafa'at di dunia, karena seseorang tidak dapat memberikan syafa'at bagi orang lain kecuali setelah diizinkan Allah Subhanahu wa ta'ala sampai meskipun ia adalah seorang nabi atau seorang malaikat sekalipun. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala:
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ
"tidaklah ada yang memberikan syafaat di sisi Allah kecuali dengan izinnya" (2. Al-Baqoroh : 255).
Oleh karena itu permintaan syafaat hanya di tujukan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala zat yang memilikinya, seperti dalam do'a; "Ya Allah aku meminta syafaat nabimu".
Inilah cara meminta syafaat yang diperbolehkan bukan dengan meminta langsung kepada Nabi Muhammad seperti mengatakan: "ya Rosulullah, berilah aku syafaat mu" atau dengan cara menyerahkan sebagian ibadah kepada makhluk dengan maksud meraih syafa'atnya. Cara seperti ini adalah seperti cara yang dilakukan orang-orang muslim zaman dahulu
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿ ١٨
"Dan mereka menyembah kepada selain Allah sesuatu yang tidak memudhorati mereka dan tidak pula memberikan manfa'at dan mereka berkata mereka adalah pemeberi syafaat bagi kami di sisi Allah. Katakanlah Apakah kalian akan mengabarkan kepada Allah sesuatu yang tidak Allah ketahui di langit dan di bumi? Maha suci Allah dan maha tinggi dari apa yang mereka sekutukan." (10. Yunus : 18).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar