Senin, 24 Oktober 2022

III.14. Berlebihan Terhadap Orang Sholeh Pintu Kesyirikan

 BERLEBIHAN TERHADAP ORANG SHOLEH PINTU KESYIRIKAN

Orang tersebut adalah orang yang baik karena mengikuti syariat Allah Subhanahu wa ta'ala baik dalam hal aqidah, ibadah maupun mu'amalah. Mereka memiliki derajat yang berbeda-beda disisi Allah Subhanahu wa ta'ala.

Sebagai seseorang muslim kita diperintahkan untuk mencintai merekam, kira juga diperintahkan untuk mengikuti jejak mereka dalam kebaikan. Berteman dan bermajelis dengan mereka adalah sebuah keberuntungan, membaca perjalanan hidup mereka bisa menambah keimanan dan meneguhkan hati.

Menghormati mereka adalah diperintahkan selama masih dalam batas-batas yang diizinkan agama.

Namun berlebih-lebihan terhadap orang seperti mendudukan mereka diatas kedudukannya sebagai manusia, atau menyifati mereka dengan sifat-sifat yang tidak pantas kecuali untuk Allah Subhanahu wa ta'ala, maka itu hukumnya haram dan tidak diperbolehkan menurut agama, karena hal ini dapat menjadi pintu terjadinya kesyirikan dan ibadah kepada selain Allah Subhanahu wa ta'ala.

Mencintai Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melebihi cinta kita kepada anak dan kedua orang tua adalah sebuah kewajiban agama sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

"Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai aku lebih dia cintai dari orangtuanya, anaknya dan seluruh manusia."

Namun beliau Shallallahu alaihi wasallam melarang kita berlebih-lebihan terhadap beliau Shallallahu alaihi wasallam, yaitu mendudukan beliau diatas kedudukan beliau yang sebenarnya sebagai hamba Allah Subhanahu wa ta'ala dan rosulnya.

Beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لَا تُـطْـرُوْنِـيْ كَمَـا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَـرْيَمَ، فَإِنَّمَـا أَنَـا عَبْدُهُ، فَـقُوْلُوْا عَبْـدُ اللّـهِ وَرَسُوْلُـهُ

 "Janganlah kalian berlebih-lebihan terhadapku sebagaimana orang nasrani berlebih-lebihan kepada Isa Ibnu Maryam, sesungguhnya aku adalah hambanya, maka katakanlah hamba Allah dan Rosulnya." (HR. Al Bukhari).

Beliau adalah seorang hamba, maka tidak boleh disembah. Dan beliau adalah seorang rosul, maka tidak boleh dicela dan diselisihi.

Apabila berlebih-lebihan terhadap sebaik-baiknya manusia saja yaitu rosulullah Shallallahu alaihi wasallam tidak diperbolehkan, maka bagaimana dengan yang lain.

Diantara bentuk ghuluw terhadap orang-orang sholeh adalah meyakini bahwa mereka mengetahui ilmu ghoib, atau membangun sesuatu diatas kuburan mereka, atau beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala disamping kuburan mereka dan lain-lain. Dan yang paling parah adalah menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka. Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala melapangkan hati kita untuk menerima kebenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IV.3. Pengertian Islam

PENGERTIAN ISLAM Islam secara bahasa adalah penyerahan diri, Islam secara syari'at adalah penyerahan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu...