Rabu, 26 Oktober 2022

IV.17. At-Tathoyur = Merasa Sial Dengan Sesuatu

 AT-TATHOYUR = MERASA SIAL DENGAN SESUATU

At-Tathoyur adalah merasa akan bernasib sial karena melihat atau mendengar kejadian tertentu seperti melihat tabrakan, atau orang berkelahi atau semisalnya. Dan hal tersebut menyebabkan ia tidak jadi melaksanakan hajatnya seperti berpergian, berdagang dan lain-lain.

At-Tathoyur termasuk syirik kecil apabila perasaan tersebut diikuti.

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Siapa yang At-Thiyaroh menyebabkan dia tidak jadi melaksanakan hajatnya maka dia telah berbuat syirik." (HR. Ahmad dan disahihkan oleh syeeh Al Albani RH).

Perasaan ini sebenarnya tidak akan mempengaruhi takdir, sebagaimana hal ini dinafikan dan diingkari oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Beliau bersabda:

"dan tidak ada thiyaroh." (HR. Bukhari dan Muslim disahihkan oleh syeeh Al Albani RH).

Maksudnya ialah, bahwa thiyaroh ini hanyalah sebuah perasaan saja yang tidak akan berpengarih terhadap takdir  Allah Subhanahu wa ta'ala.

Oleh karena itu seorang muslim tidak boleh mengikuti was-was syetan ini dan hendaklah dia memiliki keyakinan yang kuat bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik itu berupa kebaikan ataupun keburukkan hanya akan terjadi karena takdir Allah Subhanahu wa ta'ala.

Seorang mukmin hendaknya yakin bahwa tidak ada yang mendatangkan kebaikkan kecuali Allah Subhanahu wa ta'ala dan tidak melindungi dari keburukan keuali Allah Subhanahu wa ta'ala.

Hendaklah bertawakal kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan berbaik sangka hanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Apabila datang perasaan was-was tersebut hendaklah dihilangkan dengan perasaan tawakal dan tetaplah ia melaksanakan hajatnya dan apa yang terjadi setelah itu adalah takdir Allah Subhanahu wa ta'ala semata.

Adapun At-Tafa'ul adalah diperbolehkan dalam agama kita.

Tafa'ul artinya adalah berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa ta'ala karena melihat atau mendengar sesuatu.

Dahulu Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam sering bertafa'ul seperti ketika terjadi pernjanjian Hudaubyah utusan Quraisy saat itu bernama Suhail, sedang Suhail adalah bentuk pengecilan dari Sahl yang artinya adalah mudah, maka beliaupun berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa ta'ala bahwa perajanjian ini akan membawa kemudahan dan kebaikan bagi umat Islam. Maka benarlah persangkaan beliau Shallallahu alaihi wasallam karena setelah itu, setelah perjanjian Hudaibyah terbukalah pintu-pintu kemudahan bagi umat Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IV.3. Pengertian Islam

PENGERTIAN ISLAM Islam secara bahasa adalah penyerahan diri, Islam secara syari'at adalah penyerahan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu...