ROSULULLAH SAW MEMBAWA BERITA DARI ALLAH
Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai seorang utusan diantara tugas-tugasnya adalah membawa berita-berita dari Allah Subhanahu wa ta'ala, baik berita di masa lalu seperti kisah-kisah para nabi dan umat-umat terdahulu, maupun berita di masa yang akan datang seperti kejadian setelah mati dan kejadian-kejadian di hari akhir.
Kewajiban bagi seorang yang beriman adalah membenarkan berita-berita tersebut bila memangnya dalilnya sahih.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ
"Dan tidaklah yang diucapkan nya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya." (53. An-Najm : 3).
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ
"Tidak lain (Al-Qur'an) itu adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)." (53. An-Najm : 4).
Kalau kita benarkan Beliau Shallallahu alaihi wasallam maka sebenarnya kita telah membenarkan Allah dan kalau kita dustakan beliau maka sebenarnya kita telah mendustakan Allah Subhanahu wa ta'ala.
Akal yang sehat tidak akan bertentangan dengan dalil yang sahih, apabila dalil yang sahih sepertinya tidak masuk akal maka ketahuilah bahwa kekurangan ada pada akal kita yang sangat terbatas dan bukan kekurangan itu pada dalil.
Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam dikenal oleh kaumnya sebagai orang yang jujur semenjak sebelum beliau diutus menjadi nabi tidak pernah beliau sekalipun berdusta baik kepada anak kecil, yang sebaya, maupun kepada orang tua. Baik ketika bercanda maupun dalam keadaan sungguh-sungguh.
Apabila beliau Shallallahu alaihi wasallam tidak berani berdusta atas nama beliau dan juga atas nama manusia dan bagaimana beliau berani berdusta atas nama Allah Subhanahu wa ta'ala robbul alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar