INTI DAKWAH ROSULULLAH SAW
Inti dakwah rosulullah Shallallahu alaihi wasallam adalah dugaan inti dakwah nabi-nabi sebelum beliau Shallallahu alaihi wasallam, yaitu mengajak manusia untuk mengesakan Allah Subhanahu wa ta'ala di dalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
"Dan kami tidak mengutus seorang rosulpun sebelum engkau (Muhammad), melainkan kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhala disembah) selain Aku maka sembahlah Aku." (21. Al-Anbiya : 25).
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman tentang nabu Nuh, Rosul yang pertama:
لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ"Sungguh kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, "wahai kaumku! sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia."." (7. Al-A'raf : 59).
Ucapan yang semakna juga diucapkan oleh nabi-nabi setelah, beliau lihat surat Al-A'raf: 65, 73, 85. Demikian pula Nabi Shallallahu alaihi wasallam selama 10 tahun pertama beliau berdakwah kepada tauhid dan mengingatkan manusia dari kesyirikan kemudian turunlah dari kewajiban sholat 5 waktu pada tahun ke-10 kenabian dan tidak disyariatkan kebanyakan syariat kecuali di kota Madinah, ketika manusia sudah memiliki aqidah yang kuat, tauhid yang benar, seperti puasa ramadhan, zakat haji, adab dan lain-lain. Yang kemudian karena amal ibadah tidak diterima oleh Allah kecuali dalam diri seseorang ada tauhid.
Oleh karena itu wasiat rosulullah Shallallahu alaihi wasallam kepada Mu'adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman untuk berdakwah adalah hendaklah engkau mengajak kepada syahadat laa illaha ilallah dan Muhammad rosulullah (HR. Bukhari dan Muslim) Dan sampai akhir hayat beliau Shallallahu alaihi wasallam berusaha menjaga tauhid dan membentengi umat dari kesyirikan.
5 hari sebelum beliau Shallallahu alaihi wasallam meninggal dunia beliau mengingatkan umat Islam bahwa orang-orang sebelum mereka dahulu, menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah atau masjid.
Beliau Shallallahu alaihi wasallam melarang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah atau masjid (HR. Muslim).
Yang dimiliki karena membangun masjid diatas kuburan adalah pintu menuju kesyirikan. Semua ini menunjukkan bahwasannya inti dakwa rosulullah Shallallahu alaihi wasallam adalah tauhid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar