Kamis, 24 November 2022

IV.3. Pengertian Islam

PENGERTIAN ISLAM

Islam secara bahasa adalah penyerahan diri, Islam secara syari'at adalah penyerahan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala semata.

Orang Nasrani dikatakan masuk ke dalam agama Islam apabila meninggalkan penyembahan terhadap nabi Isa dan juga ibunya Mariyam dan hanya menyembah dan menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Seorang yang beragama Islam adalah orang yang hanya menyerahkan ibadahnya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala semata tidak menyerahkan sebagian ibadahnya kepada siapapun selain Allah Subhanahu wa ta'ala, baik kepada seorang Nabi, seorang malaikat, jit, orang-orang soleh, batu, pohon dan lain-lain.

Karena itu syarat masuk ke agama Islam adalah syahadat laa illaha ilallah dan juga syahadat Muhammad rosulullah. Syahadat laa illaha ilallah artinya adalah kesaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allah Subhanahu wa ta'ala. Orang yang sudah mengucapkan laa illaha ilallah kemudian menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah maka berarti dia belum memahami makna Islam atau dia memahami akan tetapi dia melanggarnya. Dan keduanya adalah musibah.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta'ala memudahkan kita dan orang-orang yang kita cintai untuk memahami agama Islam ini.

Rabu, 23 November 2022

IV.2. Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam Adalah Rosul Terakhir

 ROSULULLAH SAW ADALAH ROSUL TERAKHIR

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam meninggal pada tahun 11H setelah menyempurnakan tugas menyampaikan risalah dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Beliau Shallallahu alaihi wasallam meninggal dunia sebagaimana  manusia yang lain  juga meninggal dunia.

Allah Subhanahu wa ta'ala:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati." (3. Ali Imran : 185).

 Dan Allah Subhanahu wa ta'ala juga berfirman:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

 "Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula)." (39. Az-Zummar : 30).

Beliau Shallallahu alaihi wasallam adalah rosul terakhir, tidak rosul sepeninggal beliau.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

"Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang lelaki di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup Nabi. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu." (33. Al-Ahzab : 40).

 Dalil-dalil dari hadits nabi Shallallahu alaihi wasallam bahwasannya beliau adalah nabi terakhir, mencapai derajat mutawatir dan sebagian ulama mengatakan kalau seseorang tidak mengetahui bahwa Muhammad Shallallahu alaihi wasallam adalah nabi terakhir maka ia bukan muslim. Karena ini termasuk perkara sangat darurat yang harus diketahui di dalam agama Islam.

Diantara hadits yang menunjukkan bahwa beliau Shallallahu alaihi wasallam adalah nabi terakhir adalah sabda beliau Shallallahu alaihi wasallam:

"Sesungguhnya akan ada diantara umatku 30 orang pendusta semuanya mengaku menjadi nabi dan aku adalah penutup para Nabi dan tidak ada Nabi setelah ku." (HR. Abu Dawud) Sohih.

Dan di dalam sebuah hadits yang mutafakun alaihi beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Dan aku adalah al Aqib yang terakhir dan tidak ada nabi setelahku."

Meskipun Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam meninggal dunia, Allah Subhanahu wa ta'ala akan menjaga agama ini dengan menjaga sumbernya yaitu Al-Qu'an dan al Hadits dan menyiapkan para ulama yang amanah menyampaikan keduanya kepada umat.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

 "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qu'an dan pasti kami (pula) yang memeliharanya." (15. Al-Hijr : 9).

Dan Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Dan susungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham akan tetapi mereka mewariskan ilmu." (HR. Abu Dawud, Tarmidzi, Ibnu Majah dan disohihkan oleh Albani RH). 

 

 

Minggu, 20 November 2022

IV.1. Inti Dakwah Rosulullah

 INTI DAKWAH ROSULULLAH SAW

Inti dakwah rosulullah Shallallahu alaihi wasallam adalah dugaan inti dakwah nabi-nabi sebelum beliau Shallallahu alaihi wasallam, yaitu  mengajak manusia untuk mengesakan Allah Subhanahu wa ta'ala di dalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

"Dan kami tidak mengutus seorang rosulpun sebelum engkau (Muhammad), melainkan kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhala disembah) selain Aku maka sembahlah Aku." (21. Al-Anbiya : 25).

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman tentang nabu Nuh, Rosul yang pertama:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

 "Sungguh kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, "wahai kaumku! sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia."." (7. Al-A'raf : 59).

Ucapan yang semakna juga diucapkan oleh nabi-nabi setelah, beliau lihat surat Al-A'raf: 65, 73, 85. Demikian pula Nabi Shallallahu alaihi wasallam selama 10 tahun pertama beliau berdakwah kepada tauhid dan mengingatkan manusia dari kesyirikan kemudian turunlah dari kewajiban sholat 5 waktu pada tahun ke-10 kenabian dan tidak disyariatkan kebanyakan syariat kecuali di kota Madinah, ketika manusia sudah memiliki aqidah yang kuat, tauhid yang benar, seperti puasa ramadhan, zakat haji, adab dan lain-lain. Yang kemudian karena amal ibadah tidak diterima oleh Allah kecuali dalam diri seseorang ada tauhid.

Oleh karena itu wasiat rosulullah Shallallahu alaihi wasallam kepada Mu'adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman untuk berdakwah adalah hendaklah engkau mengajak kepada syahadat  laa illaha ilallah dan  Muhammad rosulullah (HR. Bukhari dan Muslim) Dan sampai akhir hayat beliau Shallallahu alaihi wasallam berusaha menjaga tauhid dan membentengi umat dari kesyirikan.

5 hari sebelum beliau Shallallahu alaihi wasallam meninggal dunia beliau mengingatkan umat Islam bahwa orang-orang sebelum mereka dahulu, menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah atau masjid. 

Beliau Shallallahu alaihi wasallam melarang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah atau masjid (HR. Muslim).

Yang dimiliki karena membangun masjid diatas kuburan adalah pintu menuju kesyirikan. Semua ini menunjukkan bahwasannya inti dakwa rosulullah Shallallahu alaihi wasallam adalah tauhid.

Jumat, 18 November 2022

III.5. Rosul Membawa Tata Cara Ibadah

 ROSULULLAH SAW MEMBAWA TATA CARA BERIBADAH ALLAH SWT

Allah Subhanahu wa ta'ala ketika seorang rasul untuk menyampaikan perintah beribadah juga mengutus rasul tersebut untuk menyampaikan tentang tata cara dari ibadah tersebut.

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam membawa perintah sholat dari Allah Subhanahu wa ta'ala dan juga membawa tata caranya, membawa perintah puasa dari Allah Subhanahu wa ta'ala dan juga tata caranya.

Cara ibadah tidak diserahkan kepada akal kita masing-masing, atau kepada budaya, atau  kepada guru kita, akan tetapi tata cara ibadah adalah dari Allah Subhanahu wa ta'ala melalui lisan Rosulnya Shallallahu alaihi wasallam dan Allah Subhanahu wa ta'ala tidak menerima amal ibadah, kecuali yang dilakukan sesuai dengan cara yang tekah diajarkan oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Barang siapa  yang mengamalkan sebuah amalan yang tidak ada dalilnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak." (HR. Imam Muslim RH).

Barang siapa yang mengaku sebagai pengikut Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam maka hendaklah dia mencukupkan diri dengan ibadah yang sudah beliau ajarkan, tidak boleh dia membuat ibadah yang baru yang diajarkan Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam dan tidak boleh dia beribadah  kecuali setelah yakin dalilnya sahih.

Alhamdulillah semua ibadah yang akan mendekatkan kita kepada surga telah Rosulullah ajarkan. Beliau pernah mengatakan:

"Tidaklah tersisa sesuatupun yang mendekatkan diri kepada surga dan menjauhkan dari neraka kecuali sudah diterangkan kepada kalian." (HR. Thobroni di dalam Al-Mu'jamil kabir).

Lebih baik seseorang  beribadah sedikit tetapi berdasarkan dalil yang sahih, daripada dia beribadah banyak tapi tidak berdasarkan dalil yang sahih. 

Kamis, 17 November 2022

III.4. Rosul Membawa Berita

 ROSULULLAH SAW MEMBAWA BERITA DARI ALLAH

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai seorang utusan diantara tugas-tugasnya adalah membawa berita-berita dari Allah Subhanahu wa ta'ala, baik berita di masa lalu seperti kisah-kisah para nabi dan umat-umat terdahulu, maupun berita di masa yang akan datang seperti kejadian setelah mati dan kejadian-kejadian di hari akhir.

Kewajiban bagi seorang yang beriman adalah membenarkan berita-berita tersebut bila memangnya dalilnya sahih.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ

"Dan tidaklah yang diucapkan nya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya." (53. An-Najm : 3).

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

 "Tidak lain (Al-Qur'an) itu adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)." (53. An-Najm : 4).

Kalau kita benarkan Beliau Shallallahu alaihi wasallam maka sebenarnya kita telah membenarkan Allah dan kalau kita dustakan beliau maka sebenarnya kita telah mendustakan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Akal yang sehat tidak akan bertentangan dengan dalil yang sahih, apabila dalil yang sahih sepertinya tidak masuk akal maka ketahuilah bahwa kekurangan ada pada akal kita yang sangat terbatas dan bukan kekurangan itu pada dalil.

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam dikenal oleh kaumnya sebagai orang yang jujur semenjak sebelum beliau diutus menjadi nabi tidak pernah beliau sekalipun berdusta baik kepada anak kecil, yang sebaya, maupun kepada orang tua. Baik ketika bercanda maupun dalam keadaan sungguh-sungguh.

Apabila beliau Shallallahu alaihi wasallam tidak berani berdusta atas nama beliau dan juga atas nama manusia dan bagaimana beliau berani berdusta atas nama Allah Subhanahu wa ta'ala robbul alamin. 

Rabu, 16 November 2022

III.3. Rosul Membawa Larangan

 ROSULULLAH SAW MEMBAWA LARANGAN DARI ALLAH

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai seorang utusan membwa larangan-larangan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Beliau sampaikan larangan-larangan tersebut kepada kita semua, supaya kita menjauhi.

Beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Apa yang aku larang maka hendaklah kalian jauhi." (HR. Muslim).

Larangan Allah Subhanahu wa ta'ala ada 2 macam:

  1. Haram: Jika dikerjakan maka berdosa, seperti berzinah, membunuh tanpa hak, riba, berdusta, ghibah membicarakan orang lain, sihir, perdukunan, minum minuman keras dan lain-lain.
  2. Makruh: Apabila dikerjakan maka dibenci tapi tidak sampai kepada dosa seperti makan bawang merah dan bawang putih dalam keadaan masih mentah,  makan minum dengan bersandar, tidur sebelum sholat Isya' dan lain-lain.

Kita sebagai seorang muslim dan muslimah hendaklah meninggalkan larangan-larangan tersebut dan yakin bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala tidaklah melarang sesuatu kecuali disana ada hikmahnya dan ada kebaikan bagi diri kita.

Terkadang kita ketahui hikmah tersebut, terkadang kita tidak mengetahuinya.

III.2. Rosul Membawa Perintah

 ROSULULLAH SAW MEMBAWA PERINTAH ALLAH

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai seorang utusan membawa perintah-perintah dari Allah Subhanahu wa ta'ala, beliau sampaikan perintah-perintah tersebut kepada kita supaya kita jalankan sesuai kemampuan kita.

Beliau bersabda:

"Dan Apa saja yang aku perintahkan kepada kalian maka hendaklah kalian kerjakan sesuai dengan kemampuan kalian." (HR. Imam Muslim).

Dan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala ada dua macam, wajib dan juga sunnah yaitu dianjurkan. Amalan yang wajib apabila kita tinggalkan maka berdiosa, seperti sholat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, Haji bagi yang mampu, memakai hija bagi wanita dan lain-lain, maka ini adalah amalan-amalan yang wajib.

Adapun amalan-amalan yang sunnah maka bila tidak dikerjakan seseorang tidak berdosa, seperti sholat rawatib, sholat Dhuha, puasa Senin Kamis, puasa nabi Daud dan juga malam-malam sunnah yang lain. Kita kerjakan amalan-amalan tersebut sesuai dengan kemampuan kita.

Bila kita tidak mampu sholat wajib dengan beridiri maka dapat kita kerjakan dengan duduk bahkan berbaring. Jika seseorang tidak mampu sholat berjama'ah di masjid karena sakit, maka silahkan dia melaksanakan sholat tersebut di rumahnya. Apabila dia seseorang tidak mampu puasa Ramadhan karena sakit atau berpergian, maka bisa dia ganti pada hari-hari yang lain.

Seseorang yang tidak mampu sholat malam 11 rakaat, maka dia boleh sholat lebih sedikit dari itu. Demikian pada orang yang tidak mampu berpuasa nabi Daud, maka dia bisa berpuasa yang lebih ringan dari itu. Allah Subhanahu wa ta'ala tidaklah memerintah kita dengan sebuah perintah kecuali di dalam perintah tersebut ada hikmah dan juga pembelajaran/ kebaikan bagi kita semua.

IV.3. Pengertian Islam

PENGERTIAN ISLAM Islam secara bahasa adalah penyerahan diri, Islam secara syari'at adalah penyerahan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu...