Jumat, 28 Oktober 2022

V.21. Cinta Kepada Allah

 CINTA KEPADA ALLAH

Mencintai Allah Subhanahu wa ta'ala merupakan ibadah yang agung. Cinta yang merupakan ibadah ini mengharuskan seorang muslim merendahkan dirinya dihadapan Allah Subhanahu wa ta'ala, mengagungkan Allah Subhanahu wa ta'ala dan akhirnya akan membawa seseorang melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala dan menjauhi larangan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Inilah cinta yang merupakan ibadah.

Barangsiapa yang menyerahkan cinta seperti ini kepada selain Allah Subhanahu wa ta'ala maka dia telah perbuat syirik yang besar.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّ

"Dan diantara manusia ada yang menjadikan sesuatu selain Allah sebagai sekutu-sekutu Allah, dan mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman cinta mereka kepada Allah jauh lebih besar."(2. Al-Baqoroh : 165).

Adapun cinta yang merupakan tabi'at manusia seperti cinta keluarga, harta, pekerjaan dan lain-lain, hal ini diperbolehkan selama tidak melebihi cinta kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Apabila seseorang mencintai perkara-perkara tersebut melebihi cintanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, maka dia telah melakukan dosa besar.

 Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

"Katakanlah jika bapak-bapak kalian, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan rosulnya serta bejihad di jalannya maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (9. At-Taubah : 24).

 Ketika terjadi pertetangan antara dua kecintaan maka akan nampak siapa yang lebih dia cintai, dan akan nampak siapa yang cintanya benar dan siapa yang cintanya hanya sebatas ucapan saja.

Diantara cara memupuk rasa cinta kita kepada Allah adalah dengan mentaburi atau memperhatikan ayat-ayat Al-Qur'an dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa ta'ala di alam semesta, demikian pula dengan cara mengingat-ngingat berbagai kenikmatan yang telah Allah Sbuhanahu wa ta'ala berikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IV.3. Pengertian Islam

PENGERTIAN ISLAM Islam secara bahasa adalah penyerahan diri, Islam secara syari'at adalah penyerahan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu...