TAKUT KEPADA ALLAH
Diantara keyakinan seorang muslim adalah bahwa manfaat dan mudhorat hanya ditangan Allah Subhanahu wa ta'ala semata. Seorang muslim tidak takut kecuali hanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan tidak bertawakal kecuali hanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Takut kepada Allah Subhanahu wa ta'ala yang dibenarkan adalah takut yang membawa pelakunya kepada merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala mengagungkannya dan membawanya untuk menjauhi larangan Allah Subhanahu wa ta'ala dan melaksanakan perintahnya.
Bukan takut yang berlebihan yang membawa kepada keputusan terhadap rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala dan juga bukan takut yang terlalu tipis yang tidak membawa kepada ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Takut seperti ini adalah ibadah dan tidak boleh sekali-kali seorang muslim menyerahkan takut seperti ini kepada selain Allah Subhanahu wa ta'ala.
Barangsiapa menyerahkannya kepada selain Allah Subhanahu wa ta'ala maka dia telah terjerumus kedalam syirik besar yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam.
Misalnya orang yang takut kepada mudhorat wali Fulan yang sudah meninggal kemudian takut tersebut menjadikan dia merendahkan diri dihadapan kuburannya dan kemudian mengagungkannya.
Hendaknya seorang muslim meneladani nabi Ibrahim ketika beliau berkata:
وَلَا أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبِّي شَيْئًا
"Aku tidak takut dengan sesembahan kalian, mereka tidak memudhoroti ku kecuali Allah menghendaki." (6. Al-An'am : 80).
Diantara takut yang diharamkan adalah takutnya seseorang kepada makhluk melebihi takutnya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, sehingga takut tersebut membuat dia meninggalkan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala atau melanggar larangan Allah Subhanahu wa ta'ala.
Seperti orang yang meninggalkan jihad yang wajib atasnya karena takut kepada orang-orang kafir atau tidak melarang kemungkaran karena takut celaan manusia padahal dia mampu.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Sesungguhnya mereka adalah syetan yang menakuti-nakuti kamu dengan teman-teman setianyam, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada ku jika kamu orang-orang beriman." (Ali Imron : 175).
Cara menghilangkan rasa takut kepada makhluk yang diharamkan adalah berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dari bisikan syetan dan mengingat sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam:
"Ketahuilah bahwa seandainya umat semuanya berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu niscaya mereka tidak bisa memberikan kepada mu, niscaya mereka tidak bisa memberi mudhorot kepada mu kecuali dengan apa yang sudah Allah Subhanahu wa ta'ala tulis." (HR. At Tarmidzi dan disohihkan oleh syeeh Al Albani RH).
Diperbolehkan takut yang merupakan tabi'at manusia seperti takut kepada panasnya api, binatang buas dan takut seperti ini bukanlah takut yang merupakan ibadah dan juga bukanlah takut yang membawa seseorang meninggalkan perintah ataupun melanggar larangan Allah Subhanahu wa ta'ala. Ini adalah takut merupakan tabi'at yang para nabipun telah terlepas darinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar