Minggu, 30 Oktober 2022

V.23. Ta'at Ulama Dalam Kebenaran

TA'AT ULAMA DALAM KEBENARAN

Ulama adalah orang-orang  yang memiliki ilmu tentang Allah Subhanahu wa ta'ala dan juga agamanya yaitu ulama yang memabawa dirinya untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Para ulama adalah pewaris pewaris para nabi dan kedudukan mereka dalam agama islam adalah sangat tinggi. Allah Subhanahu wa ta'ala telah mengangkat derajat para ulama dan telah memerintahkan kita untuk ta'at kepada mereka selama mereka menyeru  dan mengajak kepada kebenaran dan juga kebaikkan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul dan ulil amri (pemegang kebenaran) diantara kamu..." ( 4. An-Nisa' : 59 ).

Ulil amri di sini mencakup ulama dan juga umaro atau pemerintah.

Menghormati ulama bukan berarti menaati mereka di dalam segala hal sampai kepada kemaksiatan. Ulama seperti manusia yang lain, ijtihad mereka terkadang salah dan terkadang benar, kalau benar mereka mendapatkan 2 pahala dan kalau salah mereka mendapatkan 1 pahala.

Apabila telah jelas kebenaran bagi seorang muslim dan jelas bahwa seorang ulama menyelisihi kebenaran tersebut dalam sebuah permasalahan, maka tidak boleh seseorang mena'ati ulama tersebut dan kemudian dia meninggalkan kebenaran.

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah, keta'atan hanya di dalam kebenaran." ( HR Al-Bukhari dan Muslim ).

Apabila seseorang mena'ati ulama dalam kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, maka dia telah menjadikan ulama tersebut sebagai pembuat syariat dan bukan penyampai syariat. Ini seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Disebutkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala di dalam firmannya:

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ

 "Mereka menjadikan orang-orang  alim (Yahudi) dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Tuhan selain Allah..." ( 9. At-Taubah : 31 ).

Ketika menjelaskan ayat ini rosulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Ketahuilah bahwa mereka bukan beribadah kepada para ulama dan ahli ibadah tersebut akan tetapi mereka apabila menghalalkan apa yang Allah haramkan maka merekapun ikut menghalalkan dan apabila ulama dan ahli ibadah tersebut mengharapkan apa yang Allah halalkan maka merekapun ikut mengharamkan." ( HR At-Tarmidzi dari Adi bin Halim dan dihasankan oleh syekh Al-Albani RH). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IV.3. Pengertian Islam

PENGERTIAN ISLAM Islam secara bahasa adalah penyerahan diri, Islam secara syari'at adalah penyerahan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu...