MENYANDARKAN KENIKMATAN KEPADA ALLAH
Termasuk keyakinan yang harus selalu diingat oleh setiap muslim adalah bahwa setiap kenikmatan dengan segala jenisnya adalah berasal dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
"Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah." (16. An-Nahl : 53).
Adalah termasuk syirik kecil apabila seseorang mendapatkan sebuah kenikmatan dari Allah Subhanahu wa ta'ala kemudian menyandarkan kenikmatan tersebut kepada selain Allah Subhanahu wa ta'ala seperti ungkapan: kalo pilot tidak mahir niscaya kita sudah celaka, kalau tidak ada angsa niscaya uang kita sudah dicuri, kalau tidak ada dokter niscaya saya tidak sembuh dan sebagainya.
Ini semua contoh bagaimana menyandarkan kenikmatan kepada sebab.
Allah Subhanhu wa ta'ala:
يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا
"Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya." (16. An-Nahl : 83).
Seharusnya kenikmatan tersebut disandarkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Zat yang menciptakan sebab yang seharusnya dikatakan adalaha: Kalau bukan karena Allah niscaya kita sudah celaka, atau kalau bukan karena Allah uang kita sudah hilang, atau kalau bukan karena Allah niscaya saya tidak akan sembuh dan sebagainya.
Yang demikian karena Allah-lah yang telah memberikan nikmat keselamatan, nikmat keamanan dan nikmat kesembuhan dan sebagainya. Sedangkan makhluk hanyalah sebagai alat sampainya kenikmatan tersebut kepada kita.
Kalau Allah Subhanahu wa ta'ala menghendaki niscaya Allah Subhanahu wa ta'ala tidak akan menggerakkan makhluk-makhluk tersebut untuk menolong kita.
Ini semua bukan berarti seorang muslim tidak boleh berterimakasih pada orang lain.
Seorang muslim diperintah untuk mengucapkan syukur dan terimakasih kepada seseorang yang berbuat baik kepadanya karena mereka telah menjadi kenikmatan tersebut bahkan diperintahkan pula untuk membalas kebaikkan tersebut dengan kebaikkan atau dengan doa yang baik.
Namun pujian dan penyandaran kenikmatan tetap hanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar