Kamis, 24 November 2022

IV.3. Pengertian Islam

PENGERTIAN ISLAM

Islam secara bahasa adalah penyerahan diri, Islam secara syari'at adalah penyerahan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala semata.

Orang Nasrani dikatakan masuk ke dalam agama Islam apabila meninggalkan penyembahan terhadap nabi Isa dan juga ibunya Mariyam dan hanya menyembah dan menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Seorang yang beragama Islam adalah orang yang hanya menyerahkan ibadahnya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala semata tidak menyerahkan sebagian ibadahnya kepada siapapun selain Allah Subhanahu wa ta'ala, baik kepada seorang Nabi, seorang malaikat, jit, orang-orang soleh, batu, pohon dan lain-lain.

Karena itu syarat masuk ke agama Islam adalah syahadat laa illaha ilallah dan juga syahadat Muhammad rosulullah. Syahadat laa illaha ilallah artinya adalah kesaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allah Subhanahu wa ta'ala. Orang yang sudah mengucapkan laa illaha ilallah kemudian menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah maka berarti dia belum memahami makna Islam atau dia memahami akan tetapi dia melanggarnya. Dan keduanya adalah musibah.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta'ala memudahkan kita dan orang-orang yang kita cintai untuk memahami agama Islam ini.

Rabu, 23 November 2022

IV.2. Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam Adalah Rosul Terakhir

 ROSULULLAH SAW ADALAH ROSUL TERAKHIR

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam meninggal pada tahun 11H setelah menyempurnakan tugas menyampaikan risalah dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Beliau Shallallahu alaihi wasallam meninggal dunia sebagaimana  manusia yang lain  juga meninggal dunia.

Allah Subhanahu wa ta'ala:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati." (3. Ali Imran : 185).

 Dan Allah Subhanahu wa ta'ala juga berfirman:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

 "Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula)." (39. Az-Zummar : 30).

Beliau Shallallahu alaihi wasallam adalah rosul terakhir, tidak rosul sepeninggal beliau.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

"Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang lelaki di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup Nabi. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu." (33. Al-Ahzab : 40).

 Dalil-dalil dari hadits nabi Shallallahu alaihi wasallam bahwasannya beliau adalah nabi terakhir, mencapai derajat mutawatir dan sebagian ulama mengatakan kalau seseorang tidak mengetahui bahwa Muhammad Shallallahu alaihi wasallam adalah nabi terakhir maka ia bukan muslim. Karena ini termasuk perkara sangat darurat yang harus diketahui di dalam agama Islam.

Diantara hadits yang menunjukkan bahwa beliau Shallallahu alaihi wasallam adalah nabi terakhir adalah sabda beliau Shallallahu alaihi wasallam:

"Sesungguhnya akan ada diantara umatku 30 orang pendusta semuanya mengaku menjadi nabi dan aku adalah penutup para Nabi dan tidak ada Nabi setelah ku." (HR. Abu Dawud) Sohih.

Dan di dalam sebuah hadits yang mutafakun alaihi beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Dan aku adalah al Aqib yang terakhir dan tidak ada nabi setelahku."

Meskipun Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam meninggal dunia, Allah Subhanahu wa ta'ala akan menjaga agama ini dengan menjaga sumbernya yaitu Al-Qu'an dan al Hadits dan menyiapkan para ulama yang amanah menyampaikan keduanya kepada umat.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

 "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qu'an dan pasti kami (pula) yang memeliharanya." (15. Al-Hijr : 9).

Dan Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Dan susungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham akan tetapi mereka mewariskan ilmu." (HR. Abu Dawud, Tarmidzi, Ibnu Majah dan disohihkan oleh Albani RH). 

 

 

Minggu, 20 November 2022

IV.1. Inti Dakwah Rosulullah

 INTI DAKWAH ROSULULLAH SAW

Inti dakwah rosulullah Shallallahu alaihi wasallam adalah dugaan inti dakwah nabi-nabi sebelum beliau Shallallahu alaihi wasallam, yaitu  mengajak manusia untuk mengesakan Allah Subhanahu wa ta'ala di dalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

"Dan kami tidak mengutus seorang rosulpun sebelum engkau (Muhammad), melainkan kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhala disembah) selain Aku maka sembahlah Aku." (21. Al-Anbiya : 25).

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman tentang nabu Nuh, Rosul yang pertama:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

 "Sungguh kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, "wahai kaumku! sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia."." (7. Al-A'raf : 59).

Ucapan yang semakna juga diucapkan oleh nabi-nabi setelah, beliau lihat surat Al-A'raf: 65, 73, 85. Demikian pula Nabi Shallallahu alaihi wasallam selama 10 tahun pertama beliau berdakwah kepada tauhid dan mengingatkan manusia dari kesyirikan kemudian turunlah dari kewajiban sholat 5 waktu pada tahun ke-10 kenabian dan tidak disyariatkan kebanyakan syariat kecuali di kota Madinah, ketika manusia sudah memiliki aqidah yang kuat, tauhid yang benar, seperti puasa ramadhan, zakat haji, adab dan lain-lain. Yang kemudian karena amal ibadah tidak diterima oleh Allah kecuali dalam diri seseorang ada tauhid.

Oleh karena itu wasiat rosulullah Shallallahu alaihi wasallam kepada Mu'adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman untuk berdakwah adalah hendaklah engkau mengajak kepada syahadat  laa illaha ilallah dan  Muhammad rosulullah (HR. Bukhari dan Muslim) Dan sampai akhir hayat beliau Shallallahu alaihi wasallam berusaha menjaga tauhid dan membentengi umat dari kesyirikan.

5 hari sebelum beliau Shallallahu alaihi wasallam meninggal dunia beliau mengingatkan umat Islam bahwa orang-orang sebelum mereka dahulu, menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah atau masjid. 

Beliau Shallallahu alaihi wasallam melarang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah atau masjid (HR. Muslim).

Yang dimiliki karena membangun masjid diatas kuburan adalah pintu menuju kesyirikan. Semua ini menunjukkan bahwasannya inti dakwa rosulullah Shallallahu alaihi wasallam adalah tauhid.

Jumat, 18 November 2022

III.5. Rosul Membawa Tata Cara Ibadah

 ROSULULLAH SAW MEMBAWA TATA CARA BERIBADAH ALLAH SWT

Allah Subhanahu wa ta'ala ketika seorang rasul untuk menyampaikan perintah beribadah juga mengutus rasul tersebut untuk menyampaikan tentang tata cara dari ibadah tersebut.

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam membawa perintah sholat dari Allah Subhanahu wa ta'ala dan juga membawa tata caranya, membawa perintah puasa dari Allah Subhanahu wa ta'ala dan juga tata caranya.

Cara ibadah tidak diserahkan kepada akal kita masing-masing, atau kepada budaya, atau  kepada guru kita, akan tetapi tata cara ibadah adalah dari Allah Subhanahu wa ta'ala melalui lisan Rosulnya Shallallahu alaihi wasallam dan Allah Subhanahu wa ta'ala tidak menerima amal ibadah, kecuali yang dilakukan sesuai dengan cara yang tekah diajarkan oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Barang siapa  yang mengamalkan sebuah amalan yang tidak ada dalilnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak." (HR. Imam Muslim RH).

Barang siapa yang mengaku sebagai pengikut Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam maka hendaklah dia mencukupkan diri dengan ibadah yang sudah beliau ajarkan, tidak boleh dia membuat ibadah yang baru yang diajarkan Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam dan tidak boleh dia beribadah  kecuali setelah yakin dalilnya sahih.

Alhamdulillah semua ibadah yang akan mendekatkan kita kepada surga telah Rosulullah ajarkan. Beliau pernah mengatakan:

"Tidaklah tersisa sesuatupun yang mendekatkan diri kepada surga dan menjauhkan dari neraka kecuali sudah diterangkan kepada kalian." (HR. Thobroni di dalam Al-Mu'jamil kabir).

Lebih baik seseorang  beribadah sedikit tetapi berdasarkan dalil yang sahih, daripada dia beribadah banyak tapi tidak berdasarkan dalil yang sahih. 

Kamis, 17 November 2022

III.4. Rosul Membawa Berita

 ROSULULLAH SAW MEMBAWA BERITA DARI ALLAH

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai seorang utusan diantara tugas-tugasnya adalah membawa berita-berita dari Allah Subhanahu wa ta'ala, baik berita di masa lalu seperti kisah-kisah para nabi dan umat-umat terdahulu, maupun berita di masa yang akan datang seperti kejadian setelah mati dan kejadian-kejadian di hari akhir.

Kewajiban bagi seorang yang beriman adalah membenarkan berita-berita tersebut bila memangnya dalilnya sahih.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ

"Dan tidaklah yang diucapkan nya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya." (53. An-Najm : 3).

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

 "Tidak lain (Al-Qur'an) itu adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)." (53. An-Najm : 4).

Kalau kita benarkan Beliau Shallallahu alaihi wasallam maka sebenarnya kita telah membenarkan Allah dan kalau kita dustakan beliau maka sebenarnya kita telah mendustakan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Akal yang sehat tidak akan bertentangan dengan dalil yang sahih, apabila dalil yang sahih sepertinya tidak masuk akal maka ketahuilah bahwa kekurangan ada pada akal kita yang sangat terbatas dan bukan kekurangan itu pada dalil.

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam dikenal oleh kaumnya sebagai orang yang jujur semenjak sebelum beliau diutus menjadi nabi tidak pernah beliau sekalipun berdusta baik kepada anak kecil, yang sebaya, maupun kepada orang tua. Baik ketika bercanda maupun dalam keadaan sungguh-sungguh.

Apabila beliau Shallallahu alaihi wasallam tidak berani berdusta atas nama beliau dan juga atas nama manusia dan bagaimana beliau berani berdusta atas nama Allah Subhanahu wa ta'ala robbul alamin. 

Rabu, 16 November 2022

III.3. Rosul Membawa Larangan

 ROSULULLAH SAW MEMBAWA LARANGAN DARI ALLAH

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai seorang utusan membwa larangan-larangan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Beliau sampaikan larangan-larangan tersebut kepada kita semua, supaya kita menjauhi.

Beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Apa yang aku larang maka hendaklah kalian jauhi." (HR. Muslim).

Larangan Allah Subhanahu wa ta'ala ada 2 macam:

  1. Haram: Jika dikerjakan maka berdosa, seperti berzinah, membunuh tanpa hak, riba, berdusta, ghibah membicarakan orang lain, sihir, perdukunan, minum minuman keras dan lain-lain.
  2. Makruh: Apabila dikerjakan maka dibenci tapi tidak sampai kepada dosa seperti makan bawang merah dan bawang putih dalam keadaan masih mentah,  makan minum dengan bersandar, tidur sebelum sholat Isya' dan lain-lain.

Kita sebagai seorang muslim dan muslimah hendaklah meninggalkan larangan-larangan tersebut dan yakin bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala tidaklah melarang sesuatu kecuali disana ada hikmahnya dan ada kebaikan bagi diri kita.

Terkadang kita ketahui hikmah tersebut, terkadang kita tidak mengetahuinya.

III.2. Rosul Membawa Perintah

 ROSULULLAH SAW MEMBAWA PERINTAH ALLAH

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai seorang utusan membawa perintah-perintah dari Allah Subhanahu wa ta'ala, beliau sampaikan perintah-perintah tersebut kepada kita supaya kita jalankan sesuai kemampuan kita.

Beliau bersabda:

"Dan Apa saja yang aku perintahkan kepada kalian maka hendaklah kalian kerjakan sesuai dengan kemampuan kalian." (HR. Imam Muslim).

Dan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala ada dua macam, wajib dan juga sunnah yaitu dianjurkan. Amalan yang wajib apabila kita tinggalkan maka berdiosa, seperti sholat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, Haji bagi yang mampu, memakai hija bagi wanita dan lain-lain, maka ini adalah amalan-amalan yang wajib.

Adapun amalan-amalan yang sunnah maka bila tidak dikerjakan seseorang tidak berdosa, seperti sholat rawatib, sholat Dhuha, puasa Senin Kamis, puasa nabi Daud dan juga malam-malam sunnah yang lain. Kita kerjakan amalan-amalan tersebut sesuai dengan kemampuan kita.

Bila kita tidak mampu sholat wajib dengan beridiri maka dapat kita kerjakan dengan duduk bahkan berbaring. Jika seseorang tidak mampu sholat berjama'ah di masjid karena sakit, maka silahkan dia melaksanakan sholat tersebut di rumahnya. Apabila dia seseorang tidak mampu puasa Ramadhan karena sakit atau berpergian, maka bisa dia ganti pada hari-hari yang lain.

Seseorang yang tidak mampu sholat malam 11 rakaat, maka dia boleh sholat lebih sedikit dari itu. Demikian pada orang yang tidak mampu berpuasa nabi Daud, maka dia bisa berpuasa yang lebih ringan dari itu. Allah Subhanahu wa ta'ala tidaklah memerintah kita dengan sebuah perintah kecuali di dalam perintah tersebut ada hikmah dan juga pembelajaran/ kebaikan bagi kita semua.

Jumat, 11 November 2022

III.1. Pentingya Mengenal Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam

 PENTINGNYA MENGENAL ROSULULLAH SAW

Pertanyaan ke-2 yang akan ditanyakan kepada kira di alam kubur adalah siapa Nabimu? Wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mengenal Nabi/ Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Beliau adalah Muhammad Ibnu Abdullah Ibnu Abdil Wagir termasuk keturunan nabi Isma'il bin Ibrahim Alaihissalam. Beliau lahir di Mekkah dan diutus menjadi Nabi ketika berumur 40 tahun. Kemudian menyampaikan risalah Allah Subhanahu wa ta'ala selama 23 tahun kemudian meninggal di kota Madinah setelah Allah Subhanahu wa ta'ala menyempurnakan agama ini dan juga umatnya. Mengenal nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam tidaklah cukup dengan hanya mengenal nama dan nasab beliau, atau menghafal keluarga dan sahabat beliau.

Mengenal nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam adalah mengenal tugas beliau sebagai utusan Allah Subhanahu wa ta'ala dan mengetahui apa kewajiban kita terhadap beliau. Allah Subhanahu wa ta'ala telah mengutus beliau kepada kita dengan membawa 4 perkara:

  1. Membawa perintah dari Allah Subhanahu wa ta'ala supaya kita jalankan.
  2. Membawa larangan dari Allah Subhanhu wa ta'ala supaya kita tinggalkan/ jauhi.
  3. Membawa berita dari Allah Subhanahu wa ta'ala supaya kita benarkan.
  4. Membawa tata cara ibadah dari Allah Subhanahu wa ta'ala supaya kita beribadah kepada Allah dengan cara tersebut.

Kalau kita menaati beliau dalam 4 perkara ini pada hakikatnya kita telah menaati Allah Subhanahu wa ta'ala karena perintah, larangan, berita dan tata cara ibadah adalah dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Sedangkan tugas Beliau Shallallahu alaihi wasallam hanya sekedar menyampaikan kepada kita.

Firma Allah Subhanahu wa ta'ala:

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ

"Barangsiapa menaati rosul (Muhammad) maka sesungguhnya dia telah menaati Allah." (4. An-Nisa : 80). 

Selasa, 08 November 2022

II.5. Mengenal Allah dengan Nama dan Sifat-sifatnya

 MENGENAL ALLAH DENGAN NAMA DAN SIFAT-SIFATNYA

Allah Subhanahu wa ta'ala telah mengabarkan di dalam Al-Qur'an bahwa Allah memiliki nama dan sifat.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ

"Dan Allah memiliki Asma'ul Husna (nama-nama yang terbaik)." (7. Al-A'raf : 180).

Allah Subhanahu wa ta'ala juga berfirman:

 

وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ

"Dan Allah memiliki sifat yang maha tinggi." (16. An-Nahl : 60).

Kita mengenal Allah Subhanahu wa ta'ala  dengan nama dan juga sifat tersebut, kita mengenal Allah sebagai suatu zat yang maha penyayang, karena dia adalah ar-Rahman ar-Rohim. Kita mengenal Allah sebagai zat yang maha pengampun karena dia adalah al-Ghofur dan seterusnya.

Allah juga menggambarkan di dalam Al-Qur'an bahwa diantara sifat Allah adalah beritiwa' di atas Arsy, bahwa Allah memiliki dua tangan, bahwa Allah berada di atas, turun ke langit Duia pada 1/3 malam terakhir sebagaimana dikabarkan Rosulullah shallallahu alaihi wasallam dan juga sifat-sifat yang lain.

Kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah menetapkan nama dan juga sifat tersebut, karena Allah lebih tahu tentang dirinya dari pada kita semua.

Dan Rosulullah shallallahu alaihi wasallam lebih tahu tentang Allah daripada kita,

Tidak boleh seorang muslim menolak nama-nama dan juga sifat-sifat tersebut dan tidak boleh dia menyerupakan dengan selain Allah, karena Allah berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Tidak sesuatupun yang serupa dengan Dia. Dan Dia yang maha mendengar, maha melihat." (42. Asy-Syura : 11).

Jadi yang benar dan seharusnya dilakukan oleh seorang muslim adalah menetapkan nama dan juga sifat tersebut sebagaimana datangnya sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah tanpa menyerupakan dengan selainnya dan tanpa menta'wil nama dan juga sifat tersebut. 

 

 

 

 

Jumat, 04 November 2022

II.4. Mengenal Allah dengan Makhluknya

 MENGENAL ALLAH DENGAN MAKHLUKNYA

Allah Subhanahu wa ta'ala telah menciptakan makhluk-makhluk supaya manusia berakal memikirkannya, sehingga mereka mengenal zat yang telah menciptakan mereka.

Besarnya makhluk, serta luasnya seperti langit yang tujuh, bumi, kursi Allah dan Arsynya menunjukkan kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala.

Keteraturan pergerakkan, serta berjalannya seperti perjalanan Matahari dan bulan menunjukkan kekuasaan serta pengawasan Allah yang tidak pernah berhenti.

Kejelian di dalam penciptaan menunjukkan hikmahnya dan keluasan ilmunya. Manfaat yang ada di dalam ciptaannya menunjukkan rahmat pencipta yang luas dan menunjukkan karunia Allah yang meliputi segala sesuatu.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ﴿ ١٩٠

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿ ١٩١

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi itu, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebenaran Allah) bagi orang-orang yang berakal." ( 3. Ali 'Imran : 190).

 "Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya tuhan kami tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia, Maha suci Engkau, lindungi kami dari azab neraka"." (3. Ali 'Imran : 191).

Hendaklah seorang muslim meluangkan waktunya untuk memikirkan makhluk-makhluk Allah supaya dia semakin mengenal Allah penciptanya. Semakin yakin dan mantap dalam menjalankan syariat Islam, merasa takut dengan azab Allah, makin dekat dengannya dan semakin mengesakan Dia dalam beribadah. 

Kamis, 03 November 2022

II.3. Diantara Kesyirikkan Musyirikin Qurai'sy

 DIANTARA KESYIRIKAN MUSYIRIKAN QURAISY

Diantara bentuk kesyirikan orang-orang musryikin Quraisy adalah berdo'a, meminta dan bertagorub  kepada orang-orang yang sholeh yang sudah meninggal, menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka agar mendapatkan syafa'at dari mereka di sisi Allah dengan tujuan mencari kedekatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Allah sendiri telah menceritakan keyakinan mereka di dalam Al-Qur'an dan mengingkarinya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

"Dna mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak pula bermanfaat, dan mereka berkata:"Mereka itu adalah pemberi syafa'at kami dihadapan Allah." Katakanlah,"Apabila kamu akan memberitahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahuinya apa yang di langit dan di bumi?". Maha suci dan maha tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan itu." (10. Yunus : 18 ).

Dalam surat ini Allah menamakan perbuatan mereka sebagai bentuk menyekutukan Allah.

Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

"Ingatlah hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), "Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya." Sungguh, Allah akan memberi putusan diantara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar." ( 39. Az-Zumar : 3 ).

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan mereka menyembah orang-orang sholeh adalah supaya orang-orang sholeh tersebut mendekatkan mereka kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Cara meraih sayfa'at di hari Kiamat adalah dengan memurnikan tauhid, bukan degan kesyirikan dan memurnikan tauhid, bukan dengan kesyirikan dan cara dekat dengan Allah Subhanahu wa ta'ala adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan iman dan amal sholeh yang wajib maupun yang sunnah sebagaiamana orang-orang sholeh tersebut melakukannya.

Seseorang yang menyamakan Allah dengan kepala negara yang sulit menyampaikan hajat kepadanya, kecuali melalui perantara dan pembantunya. Tidak boleh seseorang menyerupakan Allah dengan siapapun. Allah Subhanahu wa ta'ala maha mendengar dan maha kuasa. Sedangkan Kepala Negara adalah makhluk yang lemah tidak mampu melakukan seluruh pekerjaannya kecuali dibantu oleh para pembantunya.

 

Rabu, 02 November 2022

II.2. Pengertian Ibadah dan Macam-macamnya

 PENGERTIAN IBADAH DAN MACAM-MACAMNYA


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين


Ibadah adalah seluruh perkara yang dicintai dan diredhoi oleh Allah Subhanahu wa ta'ala baik berupa ucapan maupun perbuatan yang zohir maupun yang bathin. Seseorang bisa mengetahui bahwa sesuatu dicintai Allah dengan beberapa cara, diantaranya apabila sesuatu tersebut diperintahkan oleh Allah, dengan demikian sesuatu tersebut adalah ibadah. Karena Allah tidaklah memerintah kecuali dengan sesuatu yang Allah cintai.

Termasuk diantara tanda bahwa sesuatu itu dicintai oleh Allah, bila Allah memuji pelakunya. Pujian Allah menunjukkan bahwa sesuatu tersebut dicintainya.

Contohnya berdo'a. Berdo'a adalah ibadah karena Allah memerintahkannya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

ٱدۡعُونِىٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ

"Dia berfirman, "Berdo'alah kepadaku niscaya akan Aku perkenankan bagimu"."

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits:

الدُّعَاءُهُوَ الْعِبَادَةُ

"Do'a itu adalah ibadah." (Hadits sohih Riwayat Abu Daud, At-Tarmidzi dan juga Ibnu Majah).

Dengan demikian hukumnya syirik apabila berdo'a kepada selain Allah, baik kepada seorang nabi, seorang malaikat, jin, orang yang sholeh dan lain-lain.

Contoh yang lain menyembelih. Menyembelih adalah ibadah, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

"Maka laksanakanlah sholat karena tuhanmu dan menyembelihlah karena tuhanmu." (108. Al-Kautsar : 2).

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ

"Allah melaknat seseorang yang menyembelih untuk selain Allah." (HR. Muslim).

Dengan demikian termasuk syirik hukumnya bagi seseorang yang menyembelih untuk jin atau untuk syekh atau untuk yang lain selain Allah Subhanahu wa ta'ala.

Contoh ibadah yang lain adalah bernadzar, beristighosah, bersumpah, bertawakal, merasa takut, merasa cinta dan lain-lain. Semua itu adalah termasuk dalam jenis-jenis ibadah yang tidak boleh seorang muslim menyerahkan salah satu dari jenis-jenis ibadah tersebut kepada selain Allah Subhanahu wa ta'ala.

 

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullah Roy
Di kota Al Madinah

Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy. 

 

 

II.1. Tauhid Rububiyah Saja Tidak Melepaskan Seseorang dari Ke-Musyrikan

 TAUHID RUBUBIYAH SAJA TIDAK MELEPASKAN SESEORANG DARI KEMUSYRIKAN

Kaum muslimin meyakini Allah Subhanahu wa ta'ala adalah satu-satunya pencipta, pemberi rezeki dan pengatur alam semesta adalah sebuah kewajiban yang tidak sah keimanan seseorang sampai dia meyakini yang demikian.

Namun meyakini hal itu saja tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam dan belim bisa menjadi pembeda antara seorang yang muslim dan seorang yang kafir.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Al-Qur'an:

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

"(Allah) berfirman,"Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" (Iblis) menjawab,"Aku lebih baik dari pada dia, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah"." ( 7. Al-A'raf : 12 ).

 Ayat ini menunjukkan bahwa Iblis mengenal Allah sebagai zat yang menciptakan dirinya.

Orang-orang musyirikkin Quraisy ketika ditanya siapa yang menciptakan mereka, siapa yang memberi rezeki mereka dan siapa yang mengatur alam semesta ini, mereka mengatakan Allah.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّ

"Dan sungguh, jika engkau tanyakan kepada mereka,"Siapakah yang menciptakan lagit dan bumi?" Niscaya mereka menjawab,"Allah"." ( 39. Az-Zumar : 38 ).

Meskipun mereka meyakini hal yang demikian akan tetapi Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam menerangi mereka. Mengapa demikian? Karena orang-orang kafir Quraisy tersebut tidak mentauhidkan Allah, yaitu tidak mengesakan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam beribadah. Oleh karena itu setiap muslim perlu mengetahui apa pengertian ibadah dan macam-macamnya, sehingga dia tidak menyerahkan satu ibadahpun kepada selain Allah Subhanahu wa ta'ala.

Selasa, 01 November 2022

I.5. Allah Satu-satunya yang Berhak Disembah

 ALLAH SATU-SATUNYA YANG BERHAK DISEMBAH

Apabila kita meyakini bahwa hanyalah Allah satu-satunya yang mencipta, memberi rezeki, memuliakan makhluk ataupun menghinakannya, mengatur alam semesta, maka kita dituntut untuk tidak menyembah kecuali kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allah semata.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Wahai manusia sembahlah rob kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa. Yang telah mencipta untuk kalian bumi sebagai dan telah menurunkan air dari langit maka Allah mengeluarkan dengan air itu buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian maka janganlah kalian menjadikan bagi Allah sekutu-sekutu  sedangkan kalian mengetahui"

Maksudnya janganlah kalian menyekutukan Allah, menyembah kepada selain Allah sedangkan kalian mengetahui bahwa Allah yang menciptaka, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta ini.

Selain Allah Subhanahu wa ta'ala tidak berhak untuk disembah, karena dia bukan pencipta, bukan pemberi rezeki dan bukan pengatur alam semesta.

Apabila mereka disembah maka mereka adalah sesembahan yang bathil.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ 

 "Demikianlah (Kebenaran Allah) karena  Allah, Dialah (Tuhan) yang hak. Dan apa saja yang mereka seru selain dia, itulah yang bathil dan sungguh Allah, dialah yang maha tinggi dan maha besar." (22. Al-Hajj : 62).

Apabila seseorang meyakini Allah yang mencipta memberi rezeki dan juga mengatur alam semesta, kemudian dia masih menyembah kepada selain Allah Subhanahu wa ta'ala, atau menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik kepada Allah Subhanahu wa ta'ala di dalam ibadah.

Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya oleh seseorang sahabat: Wahai rosulullah aoa dosa yang paling besar di sisi Allah, maka beliau bersabda:

"Dosa yang paling besar adalah engkau menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang telah menciptakan dirimu." (HR. Bukhari dan Muslim).

I.4. Mengenal Allah Sebagai Pengatur Alam Semesta

 MENGENAL ALLAH SEBAGAI PENGATUR ALAM SEMESTA

Dialah Allah Subhanahu wa ta'ala yang mengatur alam semesta ini. Mematikan makhluk dan menghidupkan. Memuliakan makhluk dan menghinakan, mengganti siang menjadi malam dan malam menjadi siang. Menerbitkan dan menenggelamkan matahari.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ

"Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi." (32. As-Sajdah : 5)

Tidak ada yang mengatur selain Allah Subhanahu wa ta'ala. Dialah Allah Subhanahu wa ta'ala yang menerbitkan Matahari dari Timur dan siapa selain Allah yang mampu menerbitkan Matahari dari Barat.

قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ

"Nabi Ibrahim AS berkata kepada salah seorang yang mengaku sebagai tuhan selain Allah Subhanahu wa ta'ala "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta'ala telah menerbitkan matahari dari timur dan coba anda terbitkan dari barat", maka orang kafir tersebut tidak bisa berbuat apa-apa." (2. Al-Baqoroh : 258).

Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan siang, maka siapa yang bisa mengganti siang menjadi malam selain Allah Subhanahu wa ta'ala. Tidak ada yang mengatur alam semesta selain Allah dan tidak ada sesembahan selain Allah yang membantu Allah untuk mengatur alam semesta ini. Oleh karena itu seorang muslim tidak boleh meyakini bahwa ada yang mencipta, memberi rezeki dan mengatur alam semesta ini selain Allah Subhanahu wa ta'ala. Siapapun dia dan bagaimanapun kedudukannya di sisi Allah.

Barangsiapa berkeyakinan bahwa ada selain Allah yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta maka dia telah menyekutukan Allah Subhanahu wa ta'ala. 

 

 

IV.3. Pengertian Islam

PENGERTIAN ISLAM Islam secara bahasa adalah penyerahan diri, Islam secara syari'at adalah penyerahan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu...